Total Tayangan Halaman

Selasa, 15 Mei 2012

Kebun Binatang Gembira Loka

Kebun Binatang Gembira Loka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gembira Loka Zoo
Dibuka 1933
Lokasi Jogja, Jawa Tengah, Indonesia
Situs web www.gembiralokazoo.com
    Kebun Binatang Gembira Loka adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti Orangutan, Gajah Asia, Simpanse, Harimau, dan lain sebagainya. Kebun Binatang Gembira Loka menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Yogyakarta. Gembira Loka Zoo sempat rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta tahun 2004. Tetapi, setelah direnovasi Kebun Binatang Gembira Loka tetap dicari

Sejarah


Ide awal pembangunan Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka berasal dari keinginan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1933 akan sebuah tempat hiburan, yang di kemudian hari dinamakan Kebun Rojo. Ide tersebut direalisasikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan bantuan Ir. Karsten, seorang arsitekberkebangsaan Belanda. Ir. Karsten kemudian memilih lokasi disebelah barat sungai Winongo, karena dianggap sebagai tempat paling ideal untuk pembangunan Kebun Rojo tersebut. Namun akibat dampak Perang Dunia II dan juga pendudukan oleh Jepang, pembangunan Kebun Rojo terhenti.

Pada saat proses pemindahan ibukota negara dari Yogyakarta kembali ke Jakarta di tahun 1949 setelah selesainya Perang Dunia II, tercetus lagi sebuah ide untuk memberikan kenang-kenangan kepada masyarakat Yogyakarta berupa sebuah tempat hiburan dari pemerintah pusat yang dipelopori oleh Januismadi dan Hadi, SH. Ide tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Yogyakarta, akan tetapi realisasinya masih belum dirasakan oleh masyarakat.Hingga di tahun 1953, dengan berdirinya Yayasan Gembira Loka Yogyakarta (sesuai akta notaris RM. Wiranto No. 11 tanggal 10 September 1953)yang diketuai oleh Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII, maka pembangunan Kebun Rojo yang tertunda baru benar-benar dapat direalisasikan.

Selang beberapa tahun kemudian, tepatnya 1959, KGPAA Paku Alam VIII menunjuk Tirtowinoto untuk melanjutkan pembangunan Gembira Loka. Dipilihnya Tirtowinoto karena yang bersangkutan dinilai memiliki kecintaan terhadap alam dan minat yang besar terhadap perkembangan Gembira Loka. Ternyata sumbangsih Tirtowinoto yang tidak sedikit, baik dalam hal pemikiran maupun material, terbukti mampu membawa kemajuan yang pesatbagi Gembira Loka. Puncaknya di tahun 1978, ketika koleksi satwa yang dimiliki semakin lengkap, sehingga pengunjung Gembira Loka mampu mencapai 1,5 juta orang.

 koleksi gembira loka zoo

Jambu Monyet

Fasilitas

  • Sepeda Air
  • Kolam Tangkap
  • Perahu Engkol
  • Kereta Mini
  • Kapal Katamaran "Dugong"
    Perahu Katamaran yang luas.
  • Mayang Tirta
  • Toilet bersih
  • Free Wi-Fi Zone
  • ATV dan Arena Sepeda
  • Reptile and Amphibian Park
  • Laboraturium Gembira Loka (Museum)
  • Tempat sampah dan pohon rimbun untuk berteduh


GUNUNG NGLANGGERAN


Gunung Nglanggeran Gunung Nglanggeran Gunung Nglanggeran 

GUNUNG NGLANGGERAN

Alamat: Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia
Koordinat GPS: S7°50'26.052" E110°32'41.964" (lihat peta)
Gunung Nglanggeran adalah gunung api purba berbentuk bongkahan batu raksasa. Selain dapat menyaksikan sunset & sunrise yang mempesona serta gemerlap Jogja di malam hari, di Puncak Timur Nglanggeran juga terdapat misteri dusun dengan 7 kepala keluarga.

GUNUNG NGLANGGERAN
Gunung Api Purba dengan 7 Keluarga

Menyaksikan mentari terbit dari puncak gunung merupakan satu kemewahan yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Rute yang ekstrim, cuaca yang tidak menentu, perjalanan yang berat, serta jauhnya jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki menjadi penghalang utama bagi sebagian orang. Namun hal ini tidak berlaku di Gunung Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Hanya memakan waktu 1 hingga 1,5 jam pendakian, Anda akan tiba di puncak barat Gunung Nglanggeran, Gunung Gede. Pemandangan indah yang memanjakan mata pun menyambut. Sejauh mata memandang yang terlihat hamparan awan di ketinggian, jajaran gunung batu dengan bentuk yang unik, perkampungan warga, serta hijaunya sawah dan ladang. Saat senja menjelang, Kota Jogja akan terlihat laksana lautan kunang-kunang. Taburan cahaya bintang dan gemerlap lampu kota yang terlihat dari kejauhan menjadi pemandangan romantis bagi siapa saja yang berkemah di gunung ini.
Gunung Nglanggeran merupakan gunung api purba yang pernah aktif puluhan juta tahun lalu. Terletak di kawasan karst Baturagung, gunung yang litologinya tersusun oleh fragmen material vulkanik tua ini memiliki dua puncak yakni puncak barat dan puncak timur, serta sebuah kaldera ditengahnya. Saat ini Gunung Nglanggeran berupa deretan gunung batu raksasa dengan pemandangan eksotik serta bentuk dan nama yang unik dengan beragam cerita rakyat sebagai pengiringnya. Gunung-gunung tersebut biasanya dinamakan sesuai dengan bentuknya, seperti Gunung 5 Jari, Gunung Kelir, dan Gunung Wayang.
Hari masih pagi tatkala YogYES menuju puncak timur Nglanggeran. Menurut pengelola, tempat ini merupakan spot terbaik untuk menikmat sunrise. Sayangnya saat YogYES tiba awan pekat enggan beranjak sehingga menutupi sinar mentari. Berhubung tidak bisa menyaksikan sunrise, YogYES pun memilih untuk mengunjungi rumah Mbah Redjodimulyo selaku sesepuh yang tinggal di Pucak Nglanggeran. Menurut Mbah Redjo, Dusun Tlogo Mardidho yang ada di Puncak Nglanggeran hanya boleh dihuni oleh 7 kepala keluarga. Jika kepala keluarga yang tinggal di dusun ini kurang atau lebih maka akan terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Hal ini bisa dilihat dengan keberadaan makam di Puncak Nglanggeran. Oleh karena itu, jika anak-anak mereka sudah berkeluarga maka keluarga baru tersebut harus meninggalkan Dusun Tlogo Mardhido.
Usai mengunjungi dusun dengan 7 kepala keluarga, YogYES pun kembali ke basecamp dan mencoba mendaki Gunung Gede. Berbeda dengan puncak timur yang masih bisa dicapai menggunakan sepeda motor, untuk mencapai Gunung Gede siapapun wajib tracking. Menyusuri jalan setapak dengan bukit batu di sisi kanan dan kiri jalan menjadi pengalaman mengasyikkan. Semakin ke atas, jalan semakin terjal. Beberapa tali dipasang guna memudahkan para pendaki. Belum usai menghela nafas, tantangan baru menghadang. Sebuah celah sempit nan curam dengan bukit batu di kanan dan kirinya menyambut. Lorong sempit yang agak gelap ini hanya bisa dilewati oleh satu orang. Sesaat setelah berhasil menaklukannya seorang kawan berujar, "Ini seperti di film 127 Hours, menegangkan tapi keren..."
Tiket: Rp. 3.000 (siang); Rp. 5.000 (malam)
Paket Wisata:
  • Paket Tracking (minimal 3 orang): Rp. 25.000 / orang
    Tiket, guide, jelajah desa, kelapa muda / dawet khas Kalisong
  • Paket 4 jam di Dewa Pesona Purba (minimal 5 orang): Rp 35.000 / orang
    Tiket, guide, jelajah desa, belajar budidaya kakao, kelapa muda
  • Paket Outbond 1 (minimal 40 orang): Rp 50.000 / orang
    Tiket, guide, jelajah desa, game, belajar budidaya kakao, kelapa muda / soto omahan
  • Paket Outbond 2 (minimal 40 orang): Rp 100.000 / orang
    Tiket, guide, jelajah desa, game, belajar budidaya kakao, flying fox, makan 1 X, snack 2 X
  • Paket Puncak Timur: Rp 100.000
    Tiket, guide, jelajah desa, Tlogo Guyangan, misteri desa 7KK, sunset Nglanggeran, kelapa muda
  • Paket Sunset & Sunrise: Rp 300.000
    Tiket, guide, jelajah desa, homestay, Nglanggeran sunset, Nglanggeran sunrise, snack 2 X
Keterangan: Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran dikelola sepenuhnya oleh Karang Taruna Desa Nglanggeran. Untuk informasi dan reservasi bisa menghubungi Sugeng Handoko (+62 818 0260 6050); Heru Purwanto (+62 818 0410 3999)

Sejarah Tugu Yogyakarta

Sejarah Tugu Yogyakarta


 Sejarah Tugu Yogyakarta | Tugu Jogja atau yang lebih dikenal sebagai Tugu Malioboro ini mempunyai nama lain: Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih (white paal) merupakan penanda batas utara kota tua Jogja. Tugu Jogja bukanlah tugu sembarang tugu, tapi tugu jogja ini adalah tugu yang memiliki mitos yang sangat bersejarah dan sejuta misteri di dalamnya, sehingga menjadi salah satu keistimewaan yang dimiliki kota Jogja.


Tugu ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, pendiri kraton Yogyakarta yang mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan Laut Selatan, Kraton Jogja dan Gunung Merapi.
Pada saat awal berdirinya, bangunan ini secara tegas menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan. Semangat persatuan atau yang disebut golong gilig itu tergambar jelas pada bangunan tugu, tiangnya berbentuk gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk golong (bulat), hingga akhirnya dinamakan Tugu Golong-Gilig.

Keberadaan Tugu ini juga sebagai patokan arah ketika Sri Sultan Hamengku Buwono I pada waktu itu melakukan meditasi, yang menghadap puncak gunung Merapi. Bangunan Tugu Jogja saat awal dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut ke atas, sementara bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar, sedangkan bagian puncaknya berbentuk bulat. Ketinggian bangunan tugu golong gilig ini pada awalnya mencapai 25 meter.
Kondisi Tugu Yogya ini berubah total pada 10 Juni 1867, di mana saat itu terjadi bencana alam gempa bumi besar yang mengguncang Yogyakarta, yang membuat bangunan tugu runtuh. Runtuhnya tugu karena gempa inilah yang membuat keadaan dalam kondisi transisi karena makna persatuan benar-benar tak tercermin pada bangunan tugu.
Pada tahun 1889, keadaan Tugu benar-benar berubah, saat pemerintah Belanda merenovasi seluruh bangunan tugu. Kala itu Tugu dibuat dengan bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasti yang menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam renovasi itu. Bagian puncak tugu tak lagi bulat, tetapi berbentuk kerucut yang runcing.
Ketinggian bangunan pun menjadi lebih rendah, yakni hanya setinggi 15 meter atau 10 meter lebih rendah dari bangunan semula. Sejak saat itulah, tugu ini disebut sebagai De Witt Paal atau Tugu Pal Putih. Perombakan bangunan Tugu saat itu sebenarnya merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja, namun melihat perjuangan rakyat dan raja di Yogyakarta yang berlangsung sesudahnya, akhirnya upaya tersebut tidak berhasil.

Lirik Jogja Istimewa

Lirik Jogja Istimewa

JOGJA ISTIMEWA

Ditulis & Aransemen oleh: Kill The DJ & Balance

Rapper Crew: Ki Jarot (Kill the DJ – Jahanam – Rotra )

Produksi: Jogja Hip Hop Foundation


Holopis Kuntul Baris..


HOOK:

Jogja! Jogja! Tetap Istimewa

Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya

Jogja! Jogja! Tetap Istimewa

Jogja Istimewa untuk Indonesia


JAHANAM:

Rungokna iki gatra saka ngayogyakarta

Nagari paling penak rasane koyo swarga

Ora peduli donya dadi neraka

Neng kene tansah edi peni lan merdika

Tanah lahirkan Tahta, Tahta untuk Rakyat

Dimana Rajanya Bercermin di kalbu Rakyat

Demikianlah singgasana bermartabat

Berdiri kokoh tuk mengayomi rakyat

Memayu hayuning bawana

Saka jaman perjuangan nganthi merdika

Jogja istimewa bukan hanya daerahnya

Tapi juga karena orang-orangnya


KILL THE DJ:

Tambur wis ditabuh suling wis muni

Holopis kuntul baris ayo dadi siji

Bareng para prajurit lan senopati

Mukti utawa mati manunggal kawula Gusti

Menyerang tanpa pasukan

Menang tanpa merendahkan

Kesaktian tanpa ajian

Kekayaan tanpa kemewahan

Tenang bagai ombak gemuruh laksana Merapi

Tradisi hidup di tengah modernisasi

Rakyate jajah deso milang kori

Nyebarake seni lan budi pekerti


ROTRA:

Elingo sabdane Sri Sultan Hamengkubuwono kaping sanga

Sak duwur-duwure sinau kudune dewe tetep wong Jawa

Diumpamakne kacang kang ora ninggal lanjaran

Marang bumi sing nglahirake dewe tansah kelingan

Ing ngarso sung tuladha

Ing madya mangun karsa

Tut wuri handayani

Holopis kuntul baris ayo dadi siji

Sepi ing pamrih rame ing nggawe

Sejarah wus mbuktekake

Jogja istimewa bukan hanya untuk dirinya

Jogja istimewa untuk Indonesia


Holopis Kuntul Baris..


Selesai..