Total Tayangan Halaman
Selasa, 15 Mei 2012
Hotel-hotel Terpilih di Yogyakarta
Hotel-hotel Terpilih di Yogyakarta
| Melia Purosani Hotel Yogyakarta Jalan Suryotomo no. 31, YogyakartaTampilkan petaSkor dari 62 ulasan: Sangat baik, 8 10 | Dari IDR 1086817.34 | |
| Hyatt Regency Yogyakarta Jalan Palagan Tentara Pelajar, YogyakartaTampilkan petaSkor dari 42 ulasan: Sangat baik, 8.4 10 | Dari IDR 999032.03 | |
| The Phoenix Hotel Yogyakarta - MGallery Collection Jalan Jend. Sudirman No.9, YogyakartaTampilkan petaSkor dari 216 ulasan: Hebat, 8.8 10 | Dari IDR 670183.99 | |
| D'omah Yogya HotelJl. Parangtritis Km 8.5, Bantul, YogyakartaTampilkan petaSkor dari 36 ulasan: Hebat, 8.7 10 | Dari IDR 740023.72 | |
| All Seasons YogyakartaJl Dagen No 109, Yogyakarta Tampilkan petaSkor dari 104 ulasan: Sangat baik, 8.5 10 | Dari IDR 491190.75 | |
| Royal Ambarrukmo Yogyakarta Jl. Laksda Adisucipto 81, Gejayan, Yogyakarta Tampilkan petaSkor dari 20 ulasan: Baik, 7.9 10 | Dari IDR 730773.43 | |
transportasi jogja
TRANSPORTASI YOGYAKARTA
Cara Menuju dan Berkeliling di JogjaSelengkapnyaTUR LANDMARK NAIK BUS
Mengunjungi Landmark Yogyakarta dengan Bus Trans JogjaSelengkapnyaTUR INDIS NAIK BUS KOTA
Mengunjungi Kawasan Indische di Yogyakarta dengan Bus Trans JogjaSelengkapnya
artikel
Dalam bayangan orang gunung sering dianggap memiliki hutan yang lebat dan dihuni oleh berbagai satwa liar. Namun dalam kenyataannya tidak semua gunung memiliki hutan, terutama gunung-gunung di Jawa Tengah, puncaknya sudah gundul dan di lerengnya sering terjadi kebakaran hutan. Hutan-hutan di kaki gunung sudah berubah menjadi ladang sayuran atau perkebunan Monyet yang dahulu banyak dijumpai di daerah pedesaan yang masih berhutan sehingga dianggap sebagai hama tanaman, kini bahkan sudah jarang sekali dapat ditemukan di hutan-hutan di gunung. Burung-burung yang dulu suka menyerbu persawahan penduduk, sehingga mudah di temukan di pedesaan bahkan di perkotaan, kini juga sangat langka bisa dijumpai di hutan-hutan di gunung. Babi hutan yang sering mengganggu tanaman penduduk di pedesaan sudah jarang bisa ditemukan. Yang lebih mengherankan lagi ternyata kita tidak menemukan satwa-satwa ketika mendaki gunung. Kemana gerangan hilangnya satwa-satwa yang seharusnya mudah ditemukan karena dahulu populasinya sangat banyak sehingga menjadi hama tanaman penduduk. Mungkinkah suatu saat nanti binatang yang dahulu dianggap hama, bisa menjadi satwa langka? Bagaimana dengan nasib satwa-satwa yang lain seperti rusa yang semakin langka bisa dijumpai di hutan di gunung. Burung Merak dan Ayam hutan juga sudah langka bisa ditemukan di hutan. Macan tutul pun sudah hampir punah mengikuti saudaranya yakni harimau jawa dan harimau bali yang sudah punah terlebih dahulu. Indonesia markets itself as the ultimate in diversity, and the slogan is quite true, although not necessarily always in good ways. Indonesia's tropical forests are the second-largest in the world after Brazil, and are being logged and cut down at the same alarming speed. While the rich shop and party in Jakarta and Bali, after decades of economic mismanagement, 53% of the population earns less than US$2/day. Infrastructure in much of the country remains rudimentary, and travelers off the beaten track (pretty much anywhere outside Bali) will need some patience and flexibility. The cost of flying to Indonesia from within the Southeast Asia and Pacific region has gone down a lot with the advent of low cost carriers or LCC. A similar and important development has been the offering of reasonably priced one-way fares departing Indonesia and the development of online booking and payment systems. The acceptance of non-Indonesian issued credit cards by the online booking systems of Garuda and Lion air only occurred as recently as the beginning of 2011. Among the LCC carriers providing services to Indonesia are AirAsia, which has excellent coverage of Indonesia from its hubs in Kuala Lumpur and Jakarta (Indonesia Air Asia), as well as Singaporean competitors Tiger Airways, Jetstar Asia/Valuair and SilkAir. SilkAir is actually a full-service, full-fare regional airline, but they often have very good promotions if you book in advance. Indonesian carrier LionAir provides a link between Singapore and Jakarta, and is often the cheapest option (cheaper than AirAsia and others) if you need to travel really soon or even on the same day. Australia and New Zealand are also serviced by LCC airlines including Jetstar sharing the Jetstar Asia network, Virgin Blue, Indonesia AIr Asia and a new low cost but full service entrant Strategic airlines, based in Australia. Limited regional international services are also provided by other Indonesian LCC domestic carriers Merpati Airlines and Batavia airlines. Batavia is steadily growing a limited regional international route system and Merpati services routes to Kuala Lumpur and Dili in East Timor. It is worthy of note that Lion Air has engaged in a massive fleet upgrade program buying a large number of Boeing 739-900ER series and ATR72-500 series turbo props. The steady replacement of their previously rather clunky old fleet of very well used Boeing and MD aircraft is revitalising Indonesia's 2nd largest carrier. Lion air currently operate 45 new 737-900ERs with 134 more on order. |
Candi Kalasan
Candi Kalasan terletak tepat di tepi jalan Raya Yogya-Solo di Km 13. sedikit masuk ke dalam sekitar 50 meter. Candi Kalasan ini adalah peninggalan agama Budha yang tertua di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Candi Kalasan didirikan oleh Panangkaran, Raja ke dua dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke 8 masehi sebagai persembahan kepada Dewi Tara. Lengkung Kala Makara dengan hiasan kahyangan di atasnya terpahat di atas pintu masuk dengan begitu indahnya. Keindahan hiasan dan relief-reliefnya disebabkan penggunaan sejenis semen kuno "bajralepa". Candi ini dianggap permata kesenian Jawa Tengah. |
Sabtu, 12 Mei 2012
RUMAH TELETUBBIES JOGJA
| RUMAH TELETUBBIES JOGJA | RUMAH DOM |
Sesudah bencana gempa tahun 2006 serta terancam longsor bukit Sengir, warga Ngelepen akhirnya menghuni rumah domes bantuan dari LSM Wango yang diresmikan menteri Perumahan Rakyak Yusuf Ashari pada 30 April tahun 2007 yang lalu. Perumahan berjumlah 80 buah yang berbentuk kubah dan berwarna putih itu berjejer rapi di kawasan seluas 2,5 hektar. Kini, warga Ngelepen menyebut tempat baru mereka sebagai New Ngelepen.
New Ngelepen terdiri dari 71 rumah untuk pemukiman, enam bangunan untuk mandi cuci kakus (MCK) serta tiga bangunan untuk fasilitas umum berupa Masjid, sekolah dan poliklinik desa. Secara resmi bangunan ini bernama rumah domes yang bisa ditempati oleh warga Ngelepen selama 3 tahun secara gratis.
Kini, New Ngelepen tidak hanya menjadi sekedar rumah bantuan sekaligus percontohan bagi rumah tahan gempa. New Ngelepen saat ini telah menjadi salah satu atraksi wisata amat menarik karena bentuk rumahnya yang unik serta tidak biasa.
foto by bayu
Tentang Aku Kamu & Dia
Tentang Aku Kamu & Dia
Saat kututup mataku,
Terbersit keinginan untuk bawa kamu,
Jauh kedalam kehidupanku,
Saat kuyakinkan hati ini bahwa kamu mampu,
Bertahan dengan semua keadaanku saat ini,
Selalu ada sesuatu yang memaksa aku berfikir kembali,
Untuk melangkah lebih jauh sampai di Titik ini,
Aku harus menjawab…
Mengapa hatiku sering bimbang,
Jujur…
Dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku katakan,
Aku sayang kamu...
Aku cinta Kamu...
Aku akan selalu rindu padamu,
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
Hingga buatlah kamu benci padaku
Karena perasaanku ini
Pada Tggl 17 agustus 2009 Kita putuskan...
Untuk arungi lautan yg penuh gelombang ini bersama-sama,
Berbekal hati yg terluka, coba abaikan sakitnya,
Penuh harap, gantungkan angan diangkasa,
Walau hampir basah pipi ini dengan air mata tak percaya,
Getir….
Saat kau ucapkan setiap kata,
Yang terbungkus cerita tentang kamu dengan dia…
Tapi sudahlah, aku bisa terima semua itu,
Dan berharap, tak ada lagi cerita,
Yang keluar dari bibirmu tentang masa lalumu itu,
Karna aku masih ingat jelas rasa sakitnya,
Catatan ini adalah KISAH ku yang dulu
Dan ini saya buktikan ku tuliskan dengan PUISI
Kisah cerita menggambarkan masa laluku
By: ADMIN
Bayu
Langganan:
Postingan (Atom)